• MAKALAH ISU ISU HAL PENTING PSIKOLOGI PERKEMBANGAN



    PSIKOLOGI PERKEMBANGAN,PENGERTIAN DAN ISU-ISU  PENTINGDIDALAMNYA
    Mata Kulia: PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
    Dosen         : DRA.MARDIANAH.MM


     






          Disusun Oleh :
    Nama              : ABDUL RAHMAN
                            : HAMDAN
                            : JABAR
    Jurusan          : PAI (Malam)
    Semester         : III (Tiga) Malam
    Tugas              : Kelompok 1 (satu)

    SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
    MIFTAHUL’ULUM(STAI-MU) TANJUNGPINANG TAHUN 2017

       


    KATA PENGANTAR
    Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua yang berupa ilmu dan amal. Dan berkat Rahmat dan Hidayah-Nya pula, penulis dapat menyelesaikan makalah tentang PSIKOLOGI PERKEMBANGAN,PENGERTIAN DAN ISU-ISU  PENTING DIDALAMNYA
     yang insyaallah tepat pada waktunya.

    Kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak terdapat banyak kekurangan. Akhirnya, kritik, saran, dan masukan yang membangun sangat kami butuhkan untuk dijadikan pedoman dalam penulisan ke arah yang lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amiin.                        
    Tanjungpinang,10 November 2016
    i





    DAFTAR ISI
    KATA PENGANTAR……………………………………....           i
    DAFTAR ISI………………………………………………...           ii          BAB I PENDAHULUAN
    A.    Latar belakang…………………………………………...           1
    B.     Rumusan Masalah………………………………….....            2
    C.     Tujuan…………………………………………………....           2
    D.    Metode……………………………..……………............            2
    BAB II PEMBAHASAN
    A.    Pengertian Perkembangan……………………………….           3
                        B.     Isu-Isu Penting Dalam Psikologi Perkembangan………..         4
                        C.     Evaluasi Isu Perkembangan……………………………..         12
                        BAB III PENUTUP
                        A.    Kesimpulan……………………………………………...            13
                        B.     Saran………………………………………………….....            13
                                    DAFTAR PUSTAKA…………………………………….....           14


    ii



    BAB I
    PENDAHULUAN
    A.    Latar Belakang
    Permasalahan mengenai perkembangan ini mulai menjadi topik perdebatan yang hangat dan menjadi isu sentral diantara para ilmuwan semenjak muncul dan berkembanganya ilmu psikologi. Permasalahan tersebut yakni mengenai pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan mengganggu pikiran para ilmuwan, diantaranya apakah perkembangan itu merupakan bawaan ataukah lingkungan yang menjadi faktor utama pada perkembangan? Apakah perkembangan tersebut berjalan secara kontinyu ataukah diskontinyu? Apakah perkembangan tersebut akan stabil ataukah mengalami perubahan setelah adanya perkembangan tersebut? Apakah yang mempengaruhi pembentukan perkembangan individu ketika dalam masa prenatal?
    Isu-isu tersebut dalam semua aspek psikologis adalah sifat dasar belajar dan peran sertanya dalam perkembangan karakteristik kedewasaan individu. Secara teoritis, dalam pemikiran kita, kita telah dapat membedakan antara jenis-jenis pengaruh yang berlainan tadi, tetapi secara praktis hal tersebut tidak dapat dibedakan antara variable yang satu dengan variable lainnya.
    Oleh karena itu, isu-isu yang menjadi permasalahan tersebut harus kita pelajari untuk mengetahui perkembangan serta fakta-fakta yang mempengaruhi perkembangan
    B.     Rumusan Masalah
    Dari latar belakang diatas dapat diambil kesimpulan rumusan masalah sebagai berikut:
    1.      Apa yang dimaksud pengertian psikologi perkembangan?
    2.      Apa saja isu-isu psikologi perkembangan?
    3.      Apa saja factor isu-isu psikologi perkembangan?
    C.    Tujun
    Mengacu dari rumusan masalah diatas, maka tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
    1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud pengertian psikologi perkembangan
    2.      Untuk mengetahui apa saja isu-isu psikologi perkembangan
    3.      Untuk mengetahui apa Apa saja factor isu-isu psikologi perkembangan
    D.    Metode
    Adapun metode makalah yang digunakan adalah dengan cara study pustaka, yaitu mempelajari buku-buku yang dijadikan referensi dalam pengumpulan informasi dan data yang ada kaitanya dengan masalah yang akan dibahas serta pencarian dengan jalur internet.




    BAB II
    PSIKOLOGI PERKEMBANGAN, PENGERTIAN
    DAN ISU-ISU YANG PENTING DIDALAMNYA
    A.    Pengertian Perkembangan
    Perkembangan menunjukkan adanya perubahan, adanya masa yang dilalui, menunjukkan suatu proses.  Proses yang terjadi sepanjang kehidupan manusia.  Perkembangan mengacu pada perubahan sepanjang waktu selama manusia hidup (change over times). Perkembangan menunjukkan perubahan yang sifatnya progresif.
    Yang dimaksud progresif adalah perkembangan manusia bergerak maju yang sesuai dengan tahapan-tahapan perkembangannya. Pada masa tua kondisi fisik yang mengalami penurunan, hal tersebut kemudian mempengaruhi kondisi psikisnya. Pada hakikatnya orang tersebut tetap mengalami perkembangan secara progresif.
    Beberapa pengertian mengenai perkembangan :
    1.      Elizabeth Hurlock menjelaskan perkembangan sebagai seri perubahan yang progresif yang terjadi sebagai hasil dari kematangan dan pengalaman dengan tujuan memampukan individu untuk beradaptasi dengan lingkungan.
    2.      Lerner berpendapat bahwa perkembangan menunjukkan perubahan yang sistematik atau terorganisir dalam diri individu.
    3.      Mussen cs mengungkapkan bahwa perkembangan adalah perubahan yang terjadi ada fisik, struktur neurologis, perilaku, traits, yang terjadi secara teratur dan masuk akal, dan menghasilkan yang baru, yang lebih terorganisir, lebih stabil, lebih kompleks, lebih kompeten dan lebih efisien. Secara umum dapat dikatakan bahwa perkembangan adalah perubahan yang teratur, sistematis, dan terorganisir yang mempunyai tujuan tertentu
    B.     Isu-Isu Penting Dalam Psikologi Perkembangan
    Isu adalah kabar yang tidak jelas asal usulnya dan tidak terjamin kebenarannya. Pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana perkembangan manusia, apakah dalam perkembangannya dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu.
    1.      Paham Bawaan dan Paham Lingkungan
    a.      Paham Bawaan
    Psikolog yang menganut paham “Bawaan” mengatakan bahwa manusia itu berkembang secara teratur sesuai dengan gen yang dimiliki oleh tiap individu hingga mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangannya memiliki kesamaan dengan gen tersebut.
    Contohnya, dengan memberikan stimulasi ringan pada telapak tangan bayi muda-belia dapat menimbulkan gerakan menggenggam pada tangan bayi tersebut.
    Respon dalam bentuk menggenggam yang diberikan oleh bayi tersebut, merupakan perintah yang diberikan oleh DNA kepada syaraf-syaraf atau reseptor yang berada di telapak tangan.
    Pada bayi yang baru lahir, gerakan-gerakan yang dimunculkan adalah gerakan reflek dan instink. Gerakan instink digunakan untuk mempertahankan (kehidupan) diri. Yaitu, instink untuk makan dan minum. Untuk keperluan-keperluan yang lain, dia sangat menggantungkan diri pada lingkungannya. Kesempatan untuk mendapatkan pertolongan dengan respon menangis sebagai gerakan refleknya.
    Anak-anak dianggap oleh paham ini sebagai miniatur orang dewasa. Secara sosial anak-anak juga diperlakukan layaknya orang dewasa. Selain itu proses-proses yang mendasari cara berpikir dan perbuatan yang dilakukan  oleh anak tersebut dianggap sama seperti orang dewasa. Dan apabila ia melakukan perbuatan menyimpang dari standart orang dewasa, anak tersebut dianggap bodoh dan tolol. Sementra jika anak melakukan perbuatan ang melanggar norma sosial dan moral, maka ia dianggap telah melakukan sebuah kejahatan dan menerima hukuman seperti orang dewasa.
    b.      Paham Lingkungan
    Berlawanan dengan paham bawaan tersebut, pada paham kedua, psikolog lain mengemukakan bahwa perkembangan pada tiap individu lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Lingkungan memberikan kontribusi yang sangat besar pada perkembangan individu.
    Seluruh tingkah laku yang muncul, merupakan tingkah laku yang telah dipelajari sebelumnya atau dengan kata lain di butuhkan adanya pengalaman belajar terhadap lingkungan. Dan proses perkembangan tersebut tidak tergantung pada faktor hereditas. Faktor hereditas hanya merupakan sebagian kecil yang dapat mempengarihi perkembangan manusia.
    Paham lingkungan, dipengaruhi oleh pendapat John Locke (1632-1704), yang mengemukakan pendapat bahwa pengalaman dan pendidikan merupkan faktor yang peling menentukan dalm perkembangan anak. Ia tidak mengakui adanya kemampuan bawaan (innate knowledge). Ia mengibaratkan isi kejiwaan anak ketika dilahirkan layaknya secarik kertas kosong, dimana bentuk dan corak krtas tersebut nantinya sangat ditentukan oleh bagaimana kertas itu ditulisi.
    Pengalaman yang dimaksud ialah mencakup pengalaman terhadap lingkungan biologis anak-gizi, perawatan kesehatan, obat dan kecelakaan fisik, sampai pada lingkungan sosial-keluarga, teman sebaya, sekolah, masyarakat, media dan budaya.
    Contohnya, seorang anak yang merasa takut dengan adanya orang yang baru/asing yang tak pernah ia kenal/tidak akrab dengannya. Menurut Hebb dalam bukunya a Text Book of Psychology. Dalam penelitiannya mengenai contoh tadi, menyatakan bahwa ketakutan yang dirasakan anak tersebut, merupakan hasil dari pembelajarannya selama ini untuk menyukai seseorang. Dan ketika orang yang ditemui tersebut adalah orang yang jarang jarang atau tidak pernah didekatnya, maka anak tersebut cenderung akan merasa asing dan ketakutan sebagai bentuk respon yang ia berikan.
    2.      Paham Kontinuitas dan Paham Diskontinuitas
    Paham Kontinuitas dan Paham Diskontinuitas isu yang kedua ialah bagaimana laju perkembangan itu sendiri. apakah berjalan secara kontinyu ataukah diskontinyu. Dalam buku Life Span Development, John W. Santrock, memberikan dua opsi. Yang pertama, mengibaratkan  pertumbuhan manusia itu secara berangsur layaknya pertumbuhan bibit hingga menjadi sebuah pohon raksasa, dimana pertumbuhannya berjalan lambat.
    a.      Paham Kontinuitas
    Sebagian psikolog berpendapat bahwa perkembangan manusia itu berjalan secara kontinyu. Maksud dari kontinuitas perkembangan (continuity of development) adalah pandangan bahwa perkembangan meliputi perubahan yang berangsur-angsur, sedikit demi sedikit, dari pembuahan hingga kematian.
    Paham ini mengatakan bahwa perkembangan manusia itu berjalan secara mulus dari waktu ke waktu melalui tahapan-tahapan perkembangan secara urut. Proses yang berjalan merupakan suatu proses pembelajaran bagi manusia dengan tujuan meraih kesuksesan tahap selanjutnya.
    b.      Paham Diskotinuitas
    Paham kedua mengenai laju perkembangan yakni diskontinuitas, yang memiliki pandangan yang bertentangan dengan pandangan yang pertama. Diskontinuitas perkembangan yaitu perkembangan yang meliputi tahapan-tahapan yang khas atau berbeda dalam masa hidupnya. Dalam paham ini individu di gambarkan memiliki kemampuan lebih besar pada suatu tahapan.
    Contohnya pada suatu saat anak berubah dari tidak mampu berpikir abstrak mengenai dunia tiba-tiba ia mampu berpikir abstrak abstrak mengenai dunia. Maksudnya berfikir abstrak adalah memikirkan sesautu yang sulit dibuktikan dan diwujudkan. Dan perubahannya cenderung mengarah pada kondisi psikis.
    3.      Paham Stabilitas dan Paham Perubahan
    a.      Paham Stabilitas
    Stabilitas perkembangan ialah perkembangan yang terjadi pada diri inividu sejak kecil hingga mencpai usia yang lebih tua tidak mengalami perbedaan atau tetap.
    Contohnya : seorang anak TK, yang cenderung merasa malu-malu untuk berkenalandengan teman hingga ketika ia memasuki perguruan tinggi pun, ia tetap merasakan malu terhadap kontak sosial dilingkungan baru, ia akan bersikap dengan sikap yang sama, malu-malu.
    Dari contoh tersebut, terlihat bahwa sikap perkembangan anak tersebut cenderung tetap, meski telah melewati waktu yang cukup lama.
    b.      Paham Perubahan
    Paham perubahan mengatakan bahwa perkembangan manusia itu mengalami perubahan perkembangan pada diri individu hingga mengakibatkan adanya perbedaan dengan masa-masa sebelumnya.
    Klaus Riegel (1975) berpendapat bawa perubahan, bukan stabilitas merupakan kunci untuk mengalami perkembangan. Pandangan Riegel Tersebut dikenal dengan model Dialegtis (Dialectical Model) yang mencatakan bahwa setiap individu terus berubah karna brbagai kekuatan yang mendorong dan menarik perkembangn kedepan, dalam model dialektis ini tiap orang dipandang bertindak berdasarkan dan bereaksi terhadap kondisi2 sosial kesejahteraan.
    4.      Pengalaman sebelum dan Pengalaman Kemudian
    a.      Pengalaman sebelumnya.
    Beberapa ahli perkembangan menyatakan bahwa bila bayi tidak mengalami pengasuhan dari pemeliharaan yang hangat pada tahun pertama kehidupan perkembangan mereka tidak akan pernah optimal (Bowbly,1989)
    b.      Pengalaman kemudian
    Para ahli yang mendukung paham ini menyatakan bahwa anak-anak dapat di tempa sepanjang perkembangan dan pengasuhan sebelum dan kemudian berkedudukan sama pentingnya.
    Ahli perkembangan masa hidup menyatakan bahwa pengalaman-pengalaman sebelumnya merupakan penyumbang penting bagi perkembangan, tetapi tidak lebih penting dari pada pengalaman-pengalaman kemudian (Baltes, 1987).
    5.      Pengaruh Masa Prenatal terhadap perkembangan individu dalam jangka panjang.
    Perkembangan manusia pada masa prenatal ini sangatlah penting dan sangatlah besar pengaruhnya bagi perkembangan individu dalam tahap-tahap perkembangan kehidupan selanjutnya. Pada masa ini kondisi rahimlah yang sangat menentukan perkembangan janin.
    Pada umumnya rahim merupakan lingkungan yang sangat nyaman dan terlindung dari setiap gangguan. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika kondisi tersebut berubah disebabkan oleh pengaruh-pengaruh dari luar hingga akibat terparah yang akan terjadi pada janin ialah kerusakan-kerusakan pada sel yang sedang terbentuk pada janin tersebut. Dan pada akhirnya bayi tersebut akan terlahir dengan kondisi cacat atau mengalami kelatarbelakangan mental.
    Berikut ini beberapa fakta yang dapat mempengaruhi perkembangan masa prenatal :
    a.      Kesehatan Ibu
    Kondisi kesehatan ibu terutama jika kondisi ibu tersebut mengidap penyakit kotor sangat berpengaruh negativ pada perkembangan anak.
    b.      Gizi Ibu
    Asupan-asupan gizi yang cukup besar pengaruhnya karena janin yang sedang berkembang sangat bergantung pada gizi ibunya. Pemakaian Bahan-bahan Kimiawi oleh Ibu
    1)       Obat-obatan.
    Jika ibu diketahui mengkonsumsi obat penenang pada tiga bulan pertama kandungan, efek samping dari obat tersebut tidak akan berpengaruh pada diri ibu akan tetapi efek samping pada janin ibu sangat besar pengaruhnya karena dapat menghambat pertumbuhan lengan dan kaki janin.
    2)      Alcohol.
    Bila ibu merupakan pengkonsumsi alcohol dalam jumlah yang banyak ataupun sedikit, khususnya pada tiga bulan pertama pada kehamilan, menuru beberapa ahli hal tersebut dapat meningkatkan sindrom alcohol pada janin.
    3)      Nikotin atau rokok.
    c.       Keadaan dan ketegangan emosi ibu
    d.      Usia Ibu Telalu Tua atau Terlalu Muda, Keduanya Kurang Menguntungkan Bagi Perkembangan Bayi dalam Rahim
    e.        Ibu Terlalu Percaya Pada Tahayul
    C.    Evaluasi Isu Perkembangan
    Proses perkembangan manusia hendaknya tidak dipandang sepenuhnya sebagai salah satu saja, apakah dari hereditas atau dari lingkungan atau sebagainya. Kebanyakan para ahli perkembangan masa hidup mengakui bahwa sikap (posisi) yang ekstrim dalam isu ini tidak bijaksana, perkembangan tidak semuanya kontinyu atau semuanya diskontinyu, dan tidak semuanya stabilitas dan perubahan. Karena semua itu menandai perkembangan kita sepanjang siklus masa hidup.
    Lingkungan nutritif selama masa prenatal, memberikan dampak atau pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan individu di masa depannya. Faktor gen, kematangan embrio, faktor psikiologis, serta asupan-asupan dari sang ibu. Seluruh faktor tersebut sangat menunjang dan menentukan bagaimana dan seperti bayi akan terlahir nantinya.














    BAB III
    KESIMPULAN
    A.    Kesimpulan
    1.      Perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang berlangsung sepanjang hidup.
    2.      Perdebatan mengenai apakah perkembangan utamanya dipengaruhi oleh bawaan atau lingkungan.
    3.      Para ahli menggambarkan perkembangan sebagai kontinyu (perkembangan yang berangsur-unsur, sedikit demi sedikit) atau diskontinyu (tiba-tiba, urutan tahapan).
    4.      Apakah perkembangan sebaiknya digambarkan sebagai stabil atau berubah. Suatu aspek khusus itu stabilitas perubahan ialah sejauh mana perkemagan ditentukan oleh pengalaman sebelumnya atau pengalaman kemudian. Dalam prespektif masa hidup, pengalaman-pengalaman sebelumya dan pengalaman-pengalaman kemudian memberikan sumbangan yang pentin kepada perkembangan.
    B.     Saran
    Isu-isu yang penting ini adalah suatu hal yang sangat penting dalam perkembangan psikologi perkembangan seseorang.
    Hanya ini bisa kami tulis sesuasai kemampuan dan penalaran dalam maklah jika terdapat kekurangan maka kami minta saran dan kritik dari pembaca. Terimaksih.

    DAFTAR PUSTAKA
    John W. Santrock. 1995. Perkembangan Masa Hidup, Life-Span Development. Erlangga : Jakarta.
    Hebb Dobold Olding. 1986.Psikologi, A Text Book Of Psychology. Usaha Nasional : Surabaya.
    Ahmadi. Abu, Sholeh. Munawar. 2005.. Psikologi Perkembangan. PT. Rineka Cipta : Jakarta.
    John. W. Santrock.1996 .Perkembangan Remaja, Adollense. Erlangga : Jakarta.
    Dasmita. 2009.Psikologi Perkembangan. PT. Rosda Karya : Bandung.

     


     

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Pidato Bahasa Indonesia

Pidato Bahasa Indonesia Dari STAI MU Tanjungpinang Tema Pidato mempertegas islam yang ramah Mohon doanya Semoga temankan kita Rudi I...

Cari Blog Ini

MENU

Download (2)